Arsip untuk Maret, 2008

30
Mar
08

Hidup itu Indah..

Hidup itu penuh kejutan, datangnya tiada pernah akan terkira, dia datang begitu saja, terkadang tanpa kita harapkan, namun ternyata itu yang kita butuhkan..

Alloh Yang Maha Tahu, Tahu apa yang terbaik untuk makhlukNya, apa yang dibutuhkan makhlukNya, namun terkadang kita tiada menyadarinya..

Hidup itu juga penuh pilihan, dan kita bebas memilihnya, bumi Alloh itu luas hingga ilmu dan pengetahuan yang dimilikiNya pun tiada terkira luasnya..

Seorang sahabat pernah berkata “.. kita ini di dalam suatu lingkaran besar, lingkaran besar itu dipagari dengan pagar-pagar indah, dimana apa yang kita inginkan semua tersedia dalam lingkaran besar ini, maka sudah seharusnya kita tidak boleh keluar dari lingkaran besar nan indah ini..”

Lingkaran besar itu adalah Islam, agama sempurna yang tiada cacat, berpagar-pagar indah yaitu, Al-Qur’an dan Al-Hadist, hingga apa yang kita inginkan terpenuhi, segala pertanyaan yang terdapat dalam otak kita terjawab sudah di dalam peninggalan Rasul Alloh, Muhammad SAW. Andai kita keluar dari lingkaran besar ini, berarti kita telah melanggar pagar-pagar nan indah ini, hingga kita mengkhianatiNya yang membuat kita keluar dari agama sempurna tiada cacat ini..

Sungguh, tiada kita inginkan hal seperti itu terjadi pada jiwa-jiwa kita, kita butuh cintaNya, kasihNya, maafNya, ampunanNya..

Alloh Yang Maha Sabar, Alloh Yang Maha Pemaaf, tiada Tuhan yang patut di sembah selain Alloh, karena izinNya kita hidup di duniaNya ini..

16
Mar
08

Asal Usul Imam Al Ghozali

Artikel ini saya dapatkan dari sebuah milis, moga bermanfaat untuk kita semua. Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki) untuk mengajari murid-muridnya:

Imam Ghazali = ” Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?

Murid 1 = ” Orang tua “

Murid 2 = ” Guru “

Murid 3 = ” Teman “

Murid 4 = ” Kaum kerabat “

Imam Ghazali = ” Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah *MATI*. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran:185).

Imam Ghazali = ” Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”

Murid 1 = ” Negeri Cina “

Murid 2 = ” Bulan “

Murid 3 = ” Matahari “

Murid 4 = ” Bintang-bintang “

Iman Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah *MASA LALU*. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.

Iman Ghazali = ” Apa yang paling besar didunia ini ?”

Murid 1 = ” Gunung “

Murid 2 = ” Matahari “

Murid 3 = ” Bumi “

Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah *HAWA NAFSU* (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

Imam Ghazali =” Apa yang paling berat didunia? “

Murid 1 = ” Baja “

Murid 2 = ” Besi “

Murid 3 = ” Gajah “

Imam Ghazali = ” Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah *MEMEGANG AMANAH* (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali = ” Apa yang paling ringan di dunia ini ?”

Murid 1 = ” Kapas”

Murid 2 = ” Angin “

Murid 3 = ” Debu “

Murid 4 = ” Daun-daun”

Imam Ghazali = ” Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah *MENINGGALKAN SOLAT*. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat “

Imam Ghazali = ” Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? “

Murid- Murid dengan serentak menjawab = ” Pedang “

Imam Ghazali = ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah *LIDAH MANUSIA*. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri ” *

16
Mar
08

Wanita Sholihah

Sholihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.

Sungguh mulia wanita yang sholihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita sholihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah”. (HR. Muslim).

Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita sholihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. Wanita sholihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita sholihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).

Wanita sholihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Wanita sholihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.

Pada prinsipnya, wanita sholihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri. Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita sholihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia “polos” tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.

Jika ingin menjadi wanita sholihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak. Contoh pula Siti Khadijah, figur istri sholihah penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah. Begitu kuatnya kesan kesholihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal.

Bisa jadi wanita sholihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita sholihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, factor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi. Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bias sholihah. Sholihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, “Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya.”

Peran wanita sholihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita sholihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini, wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.

Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita sholihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah. Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita sholihah akan melekat pada diri kaum wanita kita.

Wallohua’alam,

15
Mar
08

Mengendalikan Kemarahan

 

marah.jpg

 

KEMARAHAN dapat terwujud dalam beberapa bentuk, mulai dari kesal, benci sampai memberontak. Semua itu adalah bentuk ekspresi dari kemarahan — perilaku yang terlihat oleh mata.

Mereka yang sedang dilanda amarah, bisa jadi akan terus berperilaku buruk atau sebaliknya kembali normal jika mereka berniat ingin menghilangkan akar kemarahan yang ada dalam dirinya.

Kemarahan adalah emosi yang menakutkan. Ekspresi negatif dari amarah bisa berupa kekerasan secara verbal maupun fisik, prasangka buruk, bersikap anti sosial, kasar, merasa terasing, depresi dan penyakit kejiwaan.

Hal-hal tersebut dapat mengganggu kehidupan seseorang karena dapat merusak hubungan antar individu, menyakiti sesama, mengacaukan pekerjaan, menggelapkan akal sehat, memengaruhi kesehatan dan yang pasti membuyarkan masa depan.

Tapi sisi positifnya juga ada. Kemarahan dapat memperingatkan kita bahwa suatu masalah sedang terjadi. Kita jadi termotivasi untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang ada sehingga kemarahan tidak berlanjut kepada depresi, kecemasan, penggunaan alkohol dan trauma.

Kemarahan pada remaja dapat menular pada orangtua. Remaja sering menghadapi banyak masalah emosi pada masa perkembangannya. Mereka umumnya berjuang dengan krisis identitas, pemisahan diri, hubungan dengan teman dan juga tujuan hidup. Hubungan mereka dengan orangtua juga ikut berubah seiring makin independennya diri mereka.

Hal-hal tersebut di atas dapat memicu perasaan frustrasi dan kebingungan yang berujung timbulnya kemarahan, baik pada orangtua maupun remaja. Kita dapat membantu remaja menghilangkan perilaku buruk selama kita juga bersedia berperilaku baik. Sikap yang dibutuhkan adalah merespons ketimbang saling bereaksi. Kuncinya adalah dengan mengontrol emosi dan mengekspresikannya secara proaktif, bukan menolak kemarahan itu sendiri.

Langkah pertama dalam mengenali dan mengatur kemarahan adalah dengan melihat ke dalam diri sendiri.

Tanyakan pada diri kita sendiri dan juga anak remaja beberapa pertanyaan berikut yang dapat membantu pengenalan pada diri sendiri :

v Darimana datangnya rasa marah?

v Situasi apa yang menyebabkan kemarahan muncul?

v Apakah harapan saya terlalu berlebihan?

v Konflik apa sebenarnya yang sedang saya hadapi sekarang?

v Apakah saya bereaksi untuk menyakiti, mengancam atau menakuti?

v Apakah saya sadar akan tanda-tanda kemarahan (bernapas pendek dan kencang, keringat berlebih) ?

v Bagaimana sikap saya dalam mengekspresikan kemarahan?

v Kepada siapa amarah saya ditujukan?

v Apakah saya menggunakan kemarahan untuk mengisolasi diri, atau menyakiti orang lain?

v Apakah saya selama ini berkomunikasi dengan baik?

v Apakah saya terlalu berfokus pada apa yang terjadi pada diri saya ketimbang apa yang bisa saya kerjakan?

v Apakah emosi yang mengontrol diri saya, atau saya yang mengontrol emosi?

Jika terdapat masalah pada remaja Anda, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mendengarkan keluhan dan perasaan mereka. Usahakan untuk memandang persoalan mereka dari sudut pandang Anda ketika masih remaja dulu. Menyalahkan dan mendakwa hanya akan membuat tembok tebal yang akan mengakhiri segala komunikasi.

Katakan perasaan Anda, tunjukkan kepada mereka kalau Anda begitu memperhatikan dan menyayangi mereka. Penyelesaian yang baik adalah yang dapat memenangkan kedua belah pihak. Relaksasi atau meditasi sangat ampuh untuk melatih kemampuan mengatur emosi. Amarah hanyalah suatu perasaan, sedang bagaimana mengekspresikannya tergantung dari pilihan kita sendiri.

14
Mar
08

[Movie] Ayat-ayat Cinta

ayat-ayat cinta

Saat ini masyarakat di negeri kita sedang ‘gandrung2′nya membicarakan sebuah film yg diambil dari novel fenomenal, ya … Ayat-ayat Cinta, karya Ust. Habiburrahman El Shirazy, Lc. Seorang yg pernah menjadi pengajar (atau masih ?) di Ma’had Abu Bakar Ash-shiddiq, Solo.

Judul postingan ini ane tambahin dengan kata “Watch” dengan maksud sebagai kritik dan masukkan buat siapapun … terkhusus bagi para sineas Islam.

Ada beberapa hal yang ane tangkap ketika selesai menyaksikan film AAC tsb :

Kritik sosial yang disampaikan dalam novel kurang terasa ketika difilm-kan. Contoh sederhananya adalah karakter utama Fahri yang jauh dari karakter seorang pemimpin. Bahkan terkesan lemah (di film). Mudah putus asa, ‘cengeng‘, kurang terasa nuansa ruhiyah-nya (untuk ukuran seorang yang hafidz Al Qur’an). Padahal karakter seperti ini kalau memang benar-benar ditampilkan, akan menjadi sebuah kritik sosial yang sangat ‘menohok’ bagi siapapun yang melihatnya, entah pejabat maupun para mahasiswa (generasi pemuda). Siapapun yang pernah membaca novel fenomenal tersebut sampai tuntas, pasti akan terbesit di dalam hati “aku ingin menjadi seorang Fahri !“. Tidak salah memang, karena tokoh Fahri pun meneladani Rasululloh SAW.

Karakter Fahri yang (lagi-lagi) kurang sesuai dengan citra seorang muslim. Ada beberapa hal yang ane tangkap di film ini, antara lain : Fahri minum sambil berdiri (pun seorang Syaeful yang minum dengan tangan kiri sambil berdiri, inikah cerminan seorang Azhariy ?) dan kurangnya menjaga pandangan (terhadap wanita).

Ada adegan yang kurang pas, ketika orang mesir memukul Fahri, terus teriak ALLOHU AKBAR! Seolah-olah ucapan ALLOHU AKBAR identik dengan kekerasan.

Ada adegan ‘Aisha sholat dengan tetap menggunakan cadar ? Aku kurang tahu, apa Pak Hanung sudah mengkonsultasikan ini dengan penulis novel atau belum.

Dari semua hal di atas, yang paling disesalkan adalah film ini lebih menonjolkan unsur romantisme, bukan keindahan Islam yang meliputi segala aspek (bukan hanya dalam hal romantisme saja).

Satu hal yang ane harapkan dari film ini, mudah2an aja para generasi muda yang sudah menyaksikannya bisa benar-benar mengambil hikmah. Proses ketika harus memulai kehidupan berumah tangga (Married) tidaklah harus dengan jalan PACARAN. Keberhasilan dan kebahagiaan yang didapat dari suatu pernikahan adalah mutlak karena  ridho dari Alloh SWT.  Pacaran yang seringkali dijadikan syarat wajib untuk menikah bukanlah cara2 Islam dan bahkan merupakan jurang dalam menggapai ridhoNya. Istilah ta’aruf barangkali masih terasa asing ditelinga para generasi muda sekarang ini. Tapi itulah langkah awal yang semestinya bisa kita jadikan pelajaran bagi kita semua.

Ya, setiap hal pasti ada kekurangan dan kelebihannya … Bagaimana menurut anda ?

14
Mar
08

Tips Meredam Marah

Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai (H.R. Ahmad).

DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (H.R. Malik).

Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.

 

Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan:

  1. Membaca Ta’awwudz. Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).
  2. Berwudlu. Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud).
  3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakanKalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud).
  4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad).
  5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi.
14
Mar
08

Sahabat Tempat Berbagi

KALAU kamu pernah nonton film I’m Legend yang dibintangi Will Smith, pasti kamu bakalan tahu betapa berartinya orang-orang di sekitar kamu. Yups, tak hanya saat suka, tapi ketika dirundung duka, kita akan mencari sandaran untuk berbagi masalah.

Selain keluarga, pastinya sahabat yang akan dipilih untuk menjadi “tempat sampah” semua persoalan kita. Tapi pernahkah kamu sadar, kadang sikap kita tak sesuai dengan apa yang diinginkan sahabat? Siapa tahu sahabat kita merasa, kamu hanya datang saat kamu butuh? Duh, jangan sampai yah…

Nah, kali ini masoelist bakal mengupas tentang masalah itu. Istilahnya “Habis manis sepah dibuang.” Rini, salah satu siswa SMAN 1 Sukodono berkomentar lugas. “Pasti sedih lah, kalau teman kita hanya ada saat dia butuh, giliran kita ada masalah eh, dianya gak ada. Yang jelas sangat kecewa,” ungkap dara yang baru masuk kelas X itu.

“Yang namanya sahabat itu saling berbagi, dan ada saat suka maupun susah,” tambah Rini. Hal ini diamini Edi. Menurut Edi, salah seorang siswa kelas X juga, kita semestinya terbuka dengan teman yang seperti itu. “Menurutku teman yang hanya ada saat dia butuh sebaiknya kita tegur aja langsung, biar dia bisa instrospeksi diri,” ungkap siswa bernama lengkap Edi Kurniawan itu.

Tak jauh berbeda dengan Karina, yang juga pernah mengalami masalah tersebut. Karina yang terdaftar sebagai siswi kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 1 Sukodono ini berdalih, bahwa anak yang punya sifat kayak gitu tak pantas dijadikan sahabat. Meski begitu, doi membenarkan bahwa hal itu wajar terjadi dalam hubungan antarsahabat. “Tiap orang punya sifat berbeda-beda. Ada yang yang baik, ada juga egois kayak gitu,” katanya.

Mungkin, lanjut Karina, dia belum tahu apa itu arti sahabat yang sebenarnya dan bagaimana semestinya bersikap. Benar juga sih, bukannya hakikat sahabat adalah saling berbagi.

12
Mar
08

Download Ayat-Ayat Cinta

aactm1.jpg

Wah katanya film ‘Ayat Ayat Cinta’ dah diputar di bioskop-bioskop di kota-kota besar dan katanya filmnya bagus. Bener pa gak ya??? (Penasaran nih…!!!)

Akhirnya aku iseng mencari rererensi film tersebut lewat bantuan paman Google. Siapa tau ada filmnya udah di-upload di internet. Eh akhirnya paman Google menemukan juga. Horeee……akhirnya ku temukan juga…!!!!!!!! (makasih ya paman Google! mmuahh :* he :D ).

Hanya berbekal kata kunci “ayat cinta” paman Google bisa menemukan sebuah link untuk men-download filmnya.

Film tersebut di-split menjadi 5 buah file. Dan aku harus men-download-nya satu persatu. Lumayan lama juga sih….(butuh waktu 3 malam, sampe gk tidur lhoo!! biasalah bandwithnya terbatas gt loh…..hihihi :D ), dan akhirnya berkat kesabaranku apa yang aku impikan ternyata dapat terwujud.

Mau download juga! Nih linknya di sini

Bukan maksud hati me‘legal’kan aksi pirates pembajakan, tapi karena emang butuh sih….hehehhe :D .

Dan sekarang aku sudah bisa menonton film ‘Ayat Ayat Cinta’ yang novelnya sendiri sangat laris dan menjadi ‘best seller’.

11
Mar
08

Cinta Ayah

Ada cinta yang kadang terabaikan, bukan karena tak berarti besar tapi karena cara pengungkapan yang berbeda..

Kita semua tahu, cinta Ibu tak akan pernah terbayar dengan apapun dimuka bumi ini, tapi bukankah cinta Ayah pun juga tak akan pernah terbayar dengan apapun dimuka bumi ini, meski Rasulullah dalam hadisnya hanya mengucapkan Ayah satu kali tapi sungguh cinta Ayah pun sesungguhnya tak pernah pudar..

Ingat, ketika Ibu sedang mengandung, Ayah yang paling khawatir akan kesehatan Ibu dan anaknya, Ayah yang setianya menunggu Ibu, meringankan tugas Ibu, memijit pinggang dan kaki Ibu, mengelus perut Ibu, menenangkan hati Ibu, dan menemani Ibu, itu semua dilakukannya ditengah kesibukan-kesibukannya, ditengah kantuk dan lelahnya, dan ditengah giat-giatnya mencari nafkah untuk buah hati yang akan segera lahir..

Ingat, ketika kita lahir dan mulai tumbuh berkembang, Ayah yang paling protektif menjaga kita, Ayah yang membantu Ibu mengganti popok kita di tengah malam meski baru pulang malam dan esoknya harus kembali mencari nafkah, memijit punggung Ibu yang menurut dokter itu dapat meningkatkan ASI, menemani Ibu dalam setiap kerepotannya, setidaknya baginya itu dapat menyenangkan dan membahagiakan istrinya kalau ia tidak sendiri..

Ingat, seorang Ayah, dengan cintanya, pergi pagi pulang malam mungkin malah ada yang beberapa minggu atau bulan sekali baru kembali pada keluarganya, tak ada yang lain karena cintanya pada istri dan anak-anaknya..setiap tetes peluh yang membasahi tubuhnya tak akan dihelanya karena cintanya pada istri dan anak-anaknya..keluh kesah jauh darinya hanya ingin melihat istri dan anak-anaknya tersenyum kala ia berjumpa dengan mereka..

Ingat, seorang Ayah, dengan lelahnya, ia sempatkan bermain dengan anak-anaknya, menjadi kambing jalan merangkak pun ia lakukan hingga anak-anaknya pun tertawa bahagia, sosoknya yang selalu dinantikan oleh istri juga anak-anaknya, tak ada lelah yang ia tampakkan..

Ingat, seorang Ayah, dengan kesabarannya, ia turutkan semua permintaan istri dan anak-anaknya, meski ada kecewa hampiri diri mereka, dengan kesabarannya ia hadapi dengan senyuman, hingga syukur itu selalu ada..

Ingat, seorang Ayah, dengan harapnya, hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya, hanya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya, berharap rejeki yang halal untuk keluarganya, rejeki yang berlimpah untuk keluarganya, yang tentu saja datangnya dari ALLOH Yang Maha SegalaNya..

Cinta Ayah begitu berarti besar, ia yang mencari nafkah, menghidupi keluarga, ia lakukan dengan ikhlas dan lapang..dengan penuh kesadaran akan tanggungjawabnya..

Cinta Ayah begitu berarti indah, ia selalu berusaha untuk selamatkan keluarganya dari segala pintu neraka, ia didik dan jaga istri dan anak-anaknya menjadi pribadi-pribadi tangguh yang selalu ingat akan Tuhannya, ALLOH Yang Maha SegalaNya, dan RasulNya..

Ayah dan Ibu, adalah sosok cinta yang berbeda, namun mereka berpadu satu dalam ikatan rumah tangga, menjadi indah, menjadi bermakna, Ayah dengan kekuatannya, Ibu dengan kelembutannya..

Cinta Ayah tak akan pernah pudar meski Rasulullah hanya mengucapkan sekali dalam hadistnya, meski negara tak menetapkan hari Ayah, cintanya tetap mengalir indah, mengajarkan banyak hal..